Dua Struktur Pembuatan Peluru Atau Mimis

Dua Struktur Pembuatan Peluru Atau Mimis

Dua Struktur Pembuatan Peluru Atau Mimis

Dua Struktur Pembuatan Peluru Atau Mimis – Saat ini saya sedang memulai hobi saya dengan senapan angin, tapi ada sedikit dalam benak saya timbul sebuah pertanyaan. Kenapa sih bentuk mimis senapan angin itu tidak bulat saja biar sama Seperti kelereng atau bulet panjang seperti peluru senjata api? Bahkan sebelum saya mengenal senapan angin lebih jauh terus dan membaca dan bertanya-tanya seperti itu….?

Dua Struktur Pembuatan Peluru Atau Mimis

Mimis senapan angin pada umumnya dirancang dengan dua bentuk struktur yang digabungkan menjadi satu yaitu Struktur rok (skirt) di bagian belakang dan struktur kepala (head) di bagian depan. Dan kedua struktur ini di gabungkan menjadi suatu silinder yang lurus, dan bahkan disatukan dengan bentuk silinder bikonkaf atau pinggang (waist) untuk pemisah bentuk yg dinamakan “diabolo” atau dua bola. Dua Struktur Pembuatan Peluru Atau Mimis

  • Bagian rok mimis dibuat mirip sebuah klep penahan udara. Klep ini akan terbentuk lebih baik saat rok mimis mengembang pada laras, ketika mimis didorong masuk ke dalam loading laras dan saat udara bertekanan memaksa dinding rok membentuk cetakan bentuk bagian dalam laras. Klep yang terbentuk ini akan menahan udara yang berekspansi cepat (pada senapan PCP) atau udara yang menekan cepat (senapan springer) sehingga tekanan yang di alami menggerakan mimis ke arah ujung laras. Rata-rata diameter rok biasanya lebih lebar daripada diameter kepala mimis.
  • Bagian kepala adalah konsentrasi massa atau berat dari sebuah mimis. Tidak seperti bagian rok yang berongga , bagian kepala dibentuk lebih solid. Bahkan untuk desain hidung kepala berbentuk hollow point sekalipun, konsentrasi berat mimis masih lebih condong ke arah kepala. Karena Hal ini sangat penting karena titik berat yang berada di depan akan memberikan kestabilan saat mimis melaju. Pinggang mimis dirancang sebagaimana saat ini untuk memberikan hambatan udara (aerodynamic drag). Hambatan ini akan memberikan kestabilan pada saat mimis melaju. Hal ini dinamakan fitur kestabilan mimis yang kedua. Kombinasi fitur mimis ini sendiri membuat desain mimis diabolo secara alamiah stabil. Bahkan pada laras yang tidak beralur (smooth bore), mimis akan terbang dengan stabil.

Mimis sendiri dirancang untuk meluncur di bawah kecepatan suara (di permukaan laut kecepatan suara sekitar 1096 fps). Memasuki area kecepatan suara (transonik, sekitar 900 fps) atau di atas kecepatan suara (ultrasonik), maka akan menyebabkan gangguan stabilitas. Dikatakan bahwa pada area transonik, mimis akan mengalami guncangan (tumbling), di mana mimis tidak akan bergerak lurus tapi mimis hanya berputar-putar. Pinggang mimis yang menyempit sebenarnya menciptakan aliran udara turbulen di sekelilingnya dan menyebabkan bantalan udara (air cushion). Untuk aliran udara laminar di sekelilingnya. Ekor dari mimis yang dibentuk dari mimis ini yang akan menyebabkan hambatan aerodinamik (aerodynamic drag)  kedua yang memperlambat kecepatan mimis. Drag ini semakin dialami bila ekor mimis semakin panjang.

Di sini menunjukkan aliran udara pada mimis yang tidak ditembakkan. Pada kenyataannya mimis yang ditembakkan akan memiliki deformitas akibat kontak dengan bagian dalam laras dan cenderung akan mengalami guncangan. Sehingga akhirnya pada ekor mimis akan terdapat peningkatan hambatan udara.

Bila mimis diabolo dikatakan secara alamiah stabil, mengapa kita memerlukan laras yg beralur sih?

Karena mimis tidak pernah benar-benar dibuat dengan seragam. Dikatakan mimis sendiri memiliki ketidakstabilan yang disebabkan karena titik berat mimis tidak benar-benar berada di titik pusat panjangnya. Mimis dibuat dengan cara melelehkan bahan campuran logam lalu mendinginkannya. Proses ini menyebabkan timbulnya konsentrasi bahan yang tidak merata dan bahkan gelembung udara mikro pada bahan baku mimis. Belum lagi permasalahan aerodinamika akibat cacat produksi bahkan deformitas saat mimis dimasukkan dan meluncur meninggalkan laras. Laras sendiri juga akan menyebabkan gangguan aerodinamika yang menyebabkan timbulnya drag/selip pada mimis. Akibatnya setelah mimis meninggalkan laras, mimis akan berguncang tidak beraturan (wobbling/tumbling). Untuk mengatasi hal ini, pemberian gaya rotasi pada mimis akan memberi kestabilan secara statik dan dinamik.

Laras beralur pertama kali digunakan pada senjata api. Karena bentuk proyektil  yang digunakan  senjata api tidak memiliki fitur kestabilan yang secara alamiah terdapat pada mimis senapan angin, maka laras beralur akan memberi manfaat terbesar pada proyektil senjata api.

Alur (rifling) dari senapan sendiri berfungsi menciptakan putaran pada proyektil saat melewati dan meninggalkan laras. Dikatakan bahwa efek putaran pada proyektil akan memberikan kestabilan statik yang pada akhirnya akan meningkatkan akurasi. Analoginya pada sebuah gasing yang berputar! Pada kecepatan tertentu putaran ini akan menyebabkan gasing dapat berdiri tegak dan gasing ini tidak akan jatuh selama kecepatan rotasinya cukup.

Bila bentuk simetris atau presisi , maka akan terjadi perputaran yg stabil dengan bertambahnya kecepatan. Namun bila tidak simetris yang dialami adalah ketidakstabilan saat berbutar,  Pada proyektil yang terbang meninggalkan laras fenomena ini dinamakan Preccision yang disebabkan gerakan Yawing (gerakan bergetar kekanan dan ke kiri pada sebuah benda). Pada proyektil, sudut gerakan precession yang semakin mengecil seiring dengan jarak yang ditempuh, dikatakan proyektil tersebut stabil secara dinamik. Dua Struktur Pembuatan Peluru Atau Mimis

Pada intinya suatu proyektil dapat dibuat stabil baik secara statik maupun dinamik dengan memberikan kecepatan rotasi yang cukup.

Kecepatan rotasi/putaran proyektil ditentukan  oleh:

  1. Twist rate (berapa jarak dalam inchi (X) untuk satu putaran, dinyatakan dengan 1:X. Misalnya 1:16, 1:20, atau 1:22) dan ditentukan juga oleh
  2. Kecepatan proyektil. Sebagai contoh kasus: sebuah laras dengan twist rate 1:16 yang artinya berputar 1 kali setiap 16″ (atau setiap 1.33 feet) dan mimis yang memiliki kecepatan 700 fps (feet per second) berarti kita akan mendapatkan putaran mimis sebesar 525 putaran per detik atau 31,509 rpm (rotasi per menit). Dan bila kecepatan linier mimis menjadi 800 fps, maka didapatkan kecepatan rotasi mimis menjadi 36,009 rpm.
  3. Kecepatan sebuah mimis sendiri tidak pernah tetap selama mimis itu terbang. Sesaat setelah mimis meninggalkan laras, kecepatan mimis itu langsung mengalami perlambatan atau deselerasi. Tingkat perlambatan mimis ini disebut juga sebagai Ballistic coefficient (BC). Dikatakan bahwa proyektil dengan nilai BC yang semakin besar, maka proyektil akan semakin aerodinamis. BC ini sangat ditentukan oleh desain kepala dan hidung mimis di mana profil hidung mimis yang rata (wadcutter) akan menyebabkan kehilangan kecepatan yang lebih cepat. Dikatakan juga bahwa semakin kecil nilai BC maka suatu proyektil akan semakin mudah dibelokkan angin.

Kenapa sih seorang ahli membuat mimis atau peluru serumit itu?

Bagian rok mimis dibuat mirip sebuah klep penahan udara. Klep ini akan terbentuk lebih baik saat rok mimis mengembang pada laras, ketika mimis didorong masuk ke dalam loading laras dan saat udara bertekanan memaksa dinding rok membentuk cetakan bentuk bagian dalam laras. Klep yang terbentuk ini akan menahan udara yang berekspansi cepat (pada senapan PCP) atau udara yang menekan cepat (senapan springer) sehingga tekanan yang di alami menggerakan mimis ke arah ujung laras. Rata-rata diameter rok biasanya lebih lebar daripada diameter kepala mimis. Dua Struktur Pembuatan Peluru Atau Mimis

Bagian kepala adalah konsentrasi massa atau berat dari sebuah mimis. Tidak seperti bagian rok yang berongga, bagian kepala dibentuk lebih solid. Bahkan untuk desain hidung kepala berbentuk hollow point sekalipun, konsentrasi berat mimis masih lebih condong ke arah kepala. Karena Hal ini sangat penting karena titik berat yang berada di depan akan memberikan kestabilan saat mimis melaju. Pinggang mimis dirancang sebagaimana saat ini untuk memberikan hambatan udara (aerodynamic drag). Hambatan ini akan memberikan kestabilan pada saat mimis melaju. Hal ini dinamakan fitur kestabilan mimis yang kedua. Kombinasi fitur mimis ini sendiri membuat desain mimis diabolo secara alamiah stabil. Bahkan pada laras yang tidak beralur (smooth bore), mimis akan terbang dengan stabil. Pinggang mimis sendiri memiliki fungsi lain yaitu untuk membatasi kecepatan. Mimis sendiri dirancang untuk meluncur di bawah kecepatan suara (di permukaan laut kecepatan suara sekitar 1096 fps). Memasuki area kecepatan suara (transonik, sekitar 900 fps) atau di atas kecepatan suara (ultrasonik), maka akan menyebabkan gangguan stabilitas. Dikatakan bahwa pada area transonik, mimis akan mengalami guncangan (tumbling), di mana mimis tidak akan bergerak lurus tapi mimis hanya berputar-putar. Pinggang mimis yang menyempit sebenarnya menciptakan aliran udara turbulen di sekelilingnya dan menyebabkan bantalan udara (air cushion). Untuk aliran udara laminar di sekelilingnya. Ekor dari mimis yang dibentuk dari mimis ini yang akan menyebabkan hambatan aerodinamik (aerodynamic drag)  kedua yang memperlambat kecepatan mimis. Drag ini semakin dialami bila ekor mimis semakin panjang. Dua Struktur Pembuatan Peluru Atau Mimis

Sekarang saya akan kasih tau lagi bagaimana sih cara membuat peluru itu?

Secara garis besar, membuat peluru kaliber kecil dari kaliber 5,56 mm hingga 12,7 mm itu terbagi menjadi tiga bagian, yaitu pembuatan selongsong, pembuatan pelor, dan assembling atau penyelesaian.

Untuk pembuatan selongsong, bahan baku yang akan digunakan adalah berupa kuningan lalu pipa kuningan itu sendiri dipotong sesuai diameter dan panjangnya. Misalnya untuk peluru 5,56 X 45 artinya diameternya 5,56 mm dan panjangnya 45 mm.

Di bagian lain, pelor dicetak dan dibentuk. Pelor itu adalah bagian runcing dari peluru. Jika ditembakan pelor inilah yang melesat ke sasaran, sedangkan selongsong akan dibuang dari bagian samping senjata.

Sebelum masuk ke bagian assembling atau penyelesaian, selongsong maupun pelor diperiksa secara manual. Jika ternyata ada yang cacat maka dipisahkan. Sedangkan yang lulus dimasukan ke ruang assembling.

Di ruang assembling inilah selongsong diisi propelen atau bubuk mesiu, kemudian disatukan dengan pelornya. Jadilah peluru tajam. Di ruangan ini suhu dan kelembapan harus terjaga. Ponsel atau kamera tak diizinkan masuk. Dua Struktur Pembuatan Peluru Atau Mimis

Yang unik, peluru-peluru ini ditaruh dalam ember atau kotak kayu seperti produksi baut saja. Padahal inilah salah satu hal yang menentukan kemenangan dalam peperangan.

Grafik Hubungan nilai BC dengan Pergeseran Akibat Kecepatan Angin. Dikatakan bahwa mimis dengan profil hidung wadcutter memiliki akurasi terbaik di bawah 20 meter. Sedangkan profil hidung dome dapat melampaui jarak 20 meter. Hal ini berhubungan dengan BC dan kecepatan rotasi yang dialaminya. Bagaimana kecepatan putaran dan pengaruhnya pada akurasi telah ada yang mengujinya. Ada data spesifik pada senapan angin yang menarik yang saya ambil dari blog milik Tom Gaylord. Pada pengujian ini beliau menggunakan senapan yang sama (Airforce Talon SS) dengan 3 laras yang berbeda twist rate-nya (1:12, 1:16 dan 1:22). Pada dua mimis yang digunakan, semuanya menunjukkan trend peningkatan akurasi dengan kecepatan rotasi yang meningkat.

Pengaruh Twist Rate terhadap Kecepatan. Semakin cepat putaran mimis (ditunjukkan dengan semakin kecil twist rate) menyebabkan kecepatan linier sebuah mimis semakin kecil. Pengaruh Twist Rate terhadap Akurasi Mimis. Semakin cepat putaran mimis pada tingkat tertentuakan meningkatkan akurasi sebuah mimis terutama pada jarak yang jauh. Dua Struktur Pembuatan Peluru Atau Mimis

Mimis senapan angin bisa dikatakan secara alamiah stabil karena desain yang berbentuk diabolo.

Pemberian gaya rotasi pada mimis dapat membantu kestabilannya terutama yang berkaitan akibat gangguan aerodinamis yang dialami mimis dan pada jarak tembak yang jauh.

Kecepatan rotasi dipengaruhi oleh twist rate laras dan kecepatan mimis. Dua Struktur Pembuatan Peluru Atau Mimis

Cara Menggunakan Senapan Angin Gejluk

Cara Menggunakan Senapan Angin Gejluk Dengan Baik dan Sistem Mekanismenya

Hallo sobat semua… Bagaimana kabar anda baik kan? Baik di sini saya akan Menuliskan Cara Menggunakan Senapan Angin Gejluk dan Mekanismenya. Baiklah langsung aja ya… Biar tidak kelamaan sudah ngantuk … Banget

Senapan angin gejluk dapat digunakan untuk melakukan perburuan terhadap hewan yang berukuran kecil,sedang dan besar sekalipun misalnya unggas, tupai, kelinci, kijang, kancil, babi dan berbagai macam hewan yang se ukurannya. Senapan angin gejluk merupakan senapan angin yang diproduksi oleh industri rumahan yang kebanyakan berasal dari kediri dan blitar jawa Timur contoh (Sanaji dan Pasopati).

Cara Menggunakan Senapan Angin Gejluk

Cara kerja Senapan angin gejluk sangat sederhana yaitu dengan memanfaatkan tekanan angin yang dimampatkan ke dalam tabung yang berfungsi untuk melontarkan peluru/mimis yang berada di dalam senapan, Untuk menggunakan Senapan angin gejluk kita harus memompa terlebih dahulu agar terisi angin yang nantinya akan menjadi media yang digunakan untuk melontarkan peluru, Karena dalam penggunaannya Senapan angin gejluk menggunakan sistem pompa yang di gejlukkan atau dihentakkan secara manual ke arah bawah terlebih dahulu pada bagian piston yang digunakan untuk memompa senapan ini.

Senapan angin gejluk ini tidak perlu dipompa terus menerus sewaktu akan digunakan untuk menembak hewan buruan, karena setiap satu kali pompa pada Senapan angin gejluk (100-500x Hentakan) dan dapat digunakan untuk melakukan tembakan pada sasaran dengan jumlah tembakan sebanyak 15-30x tembakan bahkan bisa lebih. Dalam Senapan angin gejluk tersedia dengan berbagai ukuran tabung sesuai selera anda mulai tabung OD (Outside Diameter) antara lain 16,19,22 dan 25, ukuran tabung tersebutlah yang mempengaruhi jumlah tembakan yang dihasilkan oleh senapan gejluk pada setiap kali dilakukan pemompaan.

 Karena cara kerja Senapan angin gejluk sedemikian rupa, maka sobat harus merawat Senapan angin gejluk dengan cara memompa dengan menggunakan teknik yang benar. Dalam melakukan pemompaan terhadap senapan untuk mendapatkan angin,cara memompa senapan gejluk harus bertahap dan tidak dianjurkan untuk melakukan pemompaan langsung penuh melainkan harus dengan cara bertahap, hal ini dimaksudkan agar menghindari kerusakan karet sil pada pompa dimana karet sil tersebut sangat mudah panas.

Cara Menggunakan Senapan Angin Gejluk

Semakin majunya teknologi baru-baru ini banyak pengrajin yang berinovasi dengan membuat senapan angin model gejluk yg disebut senapan gejluk DWP (Dual Power). Senapan gejluk DWP sistem kerjanya tidak jauh beda dengan Senapan gejluk biasa, Cuma senapan gejluk DWP dilengkapi KUPLER ADAPTER (sambungan pengisi angin) berfungsi untuk sambungan pengisian angin lewat Hillpump atau Scuba.

Spesifikasi Senapan angin gejluk:

  • Laras kuningan 60cm – 70cm (sesuai pesanan)
  • Tabung OD 16 mm- 25mm (sesuai pesanan)
  • Bahan kuningan 1.5mm – 3 mm (sesuai pesanan)
  • Visir paten depan belakang
  • Ada drat peredam untuk dudukan peredam
  • Ada dudukan telescope untuk memasang telescope
  • Dual Power untuk pengisian bisa gejluk bisa dipompa Pcp
  • Ada Tarikan grendel 1-5 trek untuk mengatur kekuatan tembakan.
  • 700x pompa (1500 – 2000 psi)
  • Bisa 10-20x tembakan (optional)
  • Popor kayu sono kembang
  • Akurasi 10-70m (optional)
  • Berat Senapan sekitar 3,5 kg
  • Panjang Senapanan Sekitar 110cm
  • Berat Paket Sekitar 4,5 kg
  • Cocok untuk semua baik pemula maupun yang sudah mahir.

Itulah sedikit ringkasan tentang Cara Menggunakan Senapan Angin Gejluk dan Mekanismenya. Karena Saya sendiri Belum pernah datang ke pengrajin hanya merangkum sedikit apa yang telah saya ketahui. Semoga Bermanfaat dan Terimakasih.

Cara Mengechek Akurasi Senapan Angin Paling Mudah

Cara Mengechek Akurasi Senapan Angin Paling Mudah

Cara Mengechek Akurasi Senapan Angin Paling Mudah – Sekarang anda kembali lagi saya untuk sedikit berbagi ilmu berdasarkan pengalaman yang pernah saya lakukan lewat beberapa percobaan. Kali ini saya mau memberikan tutorial cara mengechek senapan angin yang cukup mudah dan sederhana. Dalam akurasi di bidang senapan angin sebelum mengetahui akurasi sebaiknya kita harus mengerti beberapa hal yang Berhubungan dengan akurasi.

Sebelumnya saya jelaskan apa itu Arti dan makna Akurasi sudah banyak di jelaskan di WIKIPIDIA. Biar tidak terlalu lama dan panjang lebar Jadi saya tidak perlu menjelaskan kembali apa itu arti Akurasi. Berikut ini beberapa hal yang Berhubungan dengan Akurasi Sebagai Berikut:

Cara Mengechek Akurasi Senapan Angin Paling Mudah

  • Hole to Hole adalah dimana perkenaan Sebuah proyektil peluru/mimis pada sebuah target atau sasaran berulang kali dengan melewati satu titik atau lubang yang sama dengan 5-10x tembakan atau bahkan lebih.
  • Grouping adalah Tingkat Kerapatan jatuhnya proyetil peluru/mimis pada sebuah target atau sasaran terhitung di atas besarnya ukuran peluru/mimis. Contoh Kerapatan 1-2cm atau sebesar koin dengan jarak tembak yang terhitung dengan satuan meter (M).
  • Ngacak disini saya jelaskan secara kasarnya sudah tidak akurat atau perkenaan target yang sudah tidak tepat sasaran atau tidak konsisten pada satu target dengan ukuran tertentu .
  • NITIK adalah sebuah kata yang masih polemik dan saya sendiri enggan untuk menjelaskan karena banyaknya pendapat yang bermunculan dengan terjemahan masing-masing sesuai pengalaman pribadinya. Cara Mengechek Akurasi Senapan Angin Paling Mudah

Nah… Itu sedikit ulasan hal yang berhubungan dengan akurasi. Alangkah baiknya sobat semua lebih bisa mengerti dengan ulasan tersebut di atas untuk di terapkan ke cara untuk mengechek akurasi senapan angin. Baiklah kita langsung lanjut aja ke topik utama simak baik-baik ya sobatku yang masih setia di Blog sederhana saya . Cara Mengechek Akurasi Senapan Angin Paling Mudah

Tutorial cara mengechek akurasi senapan angin dengan mudah:

  1. Persiapan: Apakah yang harus sobat siapkan? Yups betul sekali yg pasti Unit senapan angin sobat…hehehe. Lanjut Mencari dudukan untuk pegangan senapan angin agar tidak terjadi recoil atau guncangan yang berlebihan (penjepit bisa dari kayu atau menggunakan tanggem).
  2. Membuat Target: target disini usahakan menggunakan sasaran yang tidak mudah bergeser atau bergerak agar nanti jika sudaj di mulai penembakan tidak terjadi pergeseran pada perkenaan target karna hal ini yang paling vital dan berakibat paling vatal dalam hal yang harus di perhatikan dalam akurasi senapan angin.
  3. Memulai tembakan dalam hal ini sobat harus benar-benar sudah yakin bahwa poin kedua di atas sudah terpasang benar. Barulah mulai tembakan pertama ke satu titik target dan ulangi lagi hingga 10x tembak atau lebih inget tanpa merubah arah bidikan kemudian liat hasilnya. Dan sobat bisa menilai hasil tembakan tersebut dengan istilah yg sudah saya terangkan di atas. Cara Mengechek Akurasi Senapan Angin Paling Mudah

Itulah sedikit ulasan yang bisa di tuliskan disini. Karena keterbatasan kemampuan dan pengalaman pribadi yg kurang mumpuni jadi apabila ada kesalahan dan kekurangan dari cara mengechek akurasi senapan angin mohon kritik dan saran dari para profesional dan Senior. Semoga bermanfaat dan Terimakasih.

Cara Memilih Laras Senapan Angin Sesuai Kebutuhan Peruntukanya

Cara Memilih Laras Senapan Angin Sesuai Kebutuhan Peruntukanya

Cara Memilih Laras Senapan Angin Sesuai Kebutuhan Peruntukanya

Cara Memilih Laras Senapan Angin Sesuai Kebutuhan Peruntukanya – Disini saya akan sedikit mengulas tentang akurasi sebuah laras dan saya akan mulai dari ulasan-ulasan berikut ini.

Mengulas sedikit tentang pemahaman laras

  1. Secara garis besar, laras senapan hanya terbagi 2 macam, yakni laras panjang dan laras pendek. Laras pendek mementingkan power yang besar, misalnya untuk menembak hama atau berburu dalam jarak yang dekat (kurang dari 30 m). Sedangkan laras panjang berarti memiliki jangkauan yang lebih jauh. Bagi sebagian orang, laras yang panjang diyakini memiliki akurasi yang lebih baik. Tetapi semua itu hanyalah pendapat yang hanya bisa disimpulkan dengan teori dan berbeda jika semua itu langsung di praktekan di lapangan langsung. Baik berburu ataupun saat berlatih di lapangan tembak. Cara Memilih Laras Senapan Angin Sesuai Kebutuhan Peruntukanya
  2. Alur laras yang halus membuat gaya gesek mimis dengan laras semakin kecil sehingga diharapkan dapat membantu meningkatkan kecepatan laju peluru (velocity) dengan jumlah pompa yang sedikit atau konsumsi angin lebih rendah. Kekurangan alur halus adalah terjadinya slip pada mimis jika senapan dipompa atau mengeluarkan komsumsi hingga maksimal (diatas 900 fps) sehingga mengakibatkan berkurangnya akurasi tembakan. Itulah sebabnya alur dalam lebih banyak dipakai pada laras panjang karena akan memaksimalkan daya tekan angin, jangkauan mimis, dan keakuratan tembakan.
  3. Untuk alur laras berjumlah 6 atau 8, kelebihan dari laras ini adalah apabila ditembakkan dapat menghasilkan robekan luka / impact yang besar, karena diameter putaran peluru dalam laras lebih lebar/besar. kekurangan dari laras jenis ini adalah tingkat keakuratannya (akurasi) kurang bagus untuk menembak jarak medium atau pun jarak jauh, tapi daya bunuhnya pada sasaran tetap nomer satu. Laras beralur 12 , Kelebihan dari jumlah alur 12 adalah tingkat akurasi lebih bagus untuk segala jarak tembak, mau jarak dekat, Sedang, maupun jauh (longrange) tetap masih terjaga keakuratanya. Hal ini disebabkan diameter putaran dari peluru saat ditembakkan lebih rapat sehingga waktu peluru keluar dari ujung laras, putaran laju peluru tidak banyak berubah masih tetap rapat/kecil hingga sampai pada target sasaran. Cara Memilih Laras Senapan Angin Sesuai Kebutuhan Peruntukanya
  4. Dalam hal ini jumlah putaran dan jumlah alur pada laras menjadi sangat berpengaruh terhadap akurasi dan daya robek mimis. Pada prinsipnya, semakin banyak jumlah putaran alur maka semakin besar pula gaya gesek antara laras dan mimis. Begitu pula dengan jumlah alur pada laras, semakin banyak jumlahnya maka akan semakin besar pula gaya gesek mimis dengan jumlah alur yang ada.
  5. Apa efek dari alur yang sedikit? Bagaimana dengan akurasinya? Jika di bandingkan dengan laras 12 alur maka akurasi lebih baik 12 alur, alasanya seperti yang ditulis di atas, jika efeknya, 8-9 alur daya rusaknya lebih kuat, karena jika di rekam dan di perlambat sebuah video yang merekam mimis dengan alur laras 8 & 9 maka, bagian ekor mimis tidak lurus sempurnna, melainkan Goyang berputar. Jadi ketika terkena sasaran maka daya rusak / robek akan lebih besar di bandingkan dengan besar mimisnya, jika tidak percaya, coba anda menembak sebuah kaleng dari jarak 20meter lihat efek lubangnya, dan bandignhkan lubangnya dengan diameter mimisnya, pasti robekanya lebih besar. Lalu bagaimana dengan alur 4 dan 6? Alur tersebut di gunakan untuk kaliber 9m dan 12mm ke atas, karna jika mimis dengan kaliber besar di kasih 12 alur maka, power dari lontaran akan berkurang di sebabkan gaya gesek yang terkena permukaan mimis sangat banyak. Lalu apa kesimpulanya? Jika anda mau cari laras dengan akurasi yang bagus maka pilih laras dengan Alur 12. Jika anda memiliki kebutuhan big game, maka gunakan laras dibawah alur 12.

Setelah sedikit membaca ulasan diatas teman-teman juga bisa langsung

Cara memilih alur laras senapan angin yang tepat agar sesuai dengan kebutuhan kita yaitu dengan menerapkan prinsip diatas. Sebagai contoh, jika senapan angin digunakan untuk membidik hewan yang membutuhkan daya robek, maka kita memerlukan alur atau putaran spiral dengan jumlah yang lebih sedikit. Artinya, jika gaya gesek yang dihasilkan itu sedikit maka mimis akan lebih mudah melesat dan daya robeknya akan semakinbesar. Sedangkan, jika senapan angin digunakan untuk menembak sasaran yang hanya memerlukan akurasi saja, maka jumlah alur dan putaran yang dibutuhkan akan lebih banyak agar putaran dan laju mimis lebih akurat. Semakin pendek laras maka akan membutuhkan daya konsumsi angin yg lebih banyak/besar dan Sebaliknya dengan Laras panjang. Cara Memilih Laras Senapan Angin Sesuai Kebutuhan Peruntukanya

Cara Memilih Laras Senapan Angin Sesuai Kebutuhan Peruntukanya

Kalau teman-teman mau membeli senapan angin saya Rekomendasikan memilih:

Cara memilih alur laras senapan angin yang tepat agar sesuai dengan kebutuhan kita yaitu dengan menerapkan prinsip diatas. Sebagai contoh, jika senapan angin digunakan untuk membidik hewan yang membutuhkan daya robek, maka kita memerlukan alur atau putaran spiral dengan jumlah yang lebih sedikit. Artinya, jika gaya gesek yang dihasilkan itu sedikit maka mimis akan lebih mudah melesat dan daya robeknya akan semakinbesar. Sedangkan, jika senapan angin digunakan untuk menembak sasaran yang hanya memerlukan akurasi saja, maka jumlah alur dan putaran yang dibutuhkan akan lebih banyak agar putaran dan laju mimis lebih akurat. Semakin pendek laras maka akan membutuhkan daya konsumsi angin yg lebih banyak/besar dan Sebaliknya dengan Laras panjang.

Kalau teman-teman mau membeli senapan angin saya Rekomendasikan memilih:

Panjang Laras Senapan Angin : Dalam mendapatkan tingkat akurasi pada laras senapan angin selain faktor jumlah alur dan putaran, panjang laras juga sangat mempengaruhi hal ini. Prinsipnya adalah semakin panjang laras senapan, maka akan semakin baik pula tingkat akurasinya. Sebaliknya,semakin pendek laras maka akan semakin buruk tingkat akurasinya. Alasannya yakni jika laras yang digunakan lebih panjang, maka laju mimis akan semakin mengikuti jalur yang ada pada panjang alur laras sehingga tingkat akurasinya menjadi lebih baik. Cara Memilih Laras Senapan Angin Sesuai Kebutuhan Peruntukanya

Alur 4, 6, 8, 9, 10 :

  • Menghasilkan robekan luka/impact yang besar.
  • Tingkat keakuratannya (akurasi) kurang bagus untuk menembak jarak medium atau pun jarak jauh, tapi daya bunuhnya tetap lebih baik dari laras diatas alur tersebut.
  • Gaya gesek laras kecil sehingga menambah power mimis.

Alur 12 :

  • Akurasi bagus.
  • Daya bunuh/impact kurang terkecuali (perkenaan Vital) teori sama praktek berbeda prinsip.

Laras pendek :

  • Mementingkan power yang besar
  • Jarak tembak < 30 m
  • Umumnya beralur halus sehingga gaya gesek nya kecil otomatis laju mimis semakin cepat

Prinsip alur dan putaran :

  • semakin banyak jumlah putaran alur maka semakin besar pula gaya gesek antara laras dan mimis. Begitu pula dengan jumlah alur pada laras, semakin banyak jumlahnya maka akan semakin besar pula gaya gesek mimis dengan jumlah alur yang ada. Sebagai contoh, jika senapan angin digunakan untuk membidik hewan yang membutuhkan daya robek, maka kita memerlukan alur dan/atau putaran spiral dengan jumlah yang sedikit. Artinya, jika gaya gesek yangdihasilkan itu sedikit maka mimis akan lebih mudah melesat dan daya robeknya akan semakinbesar. Sedangkan, jika senapan angin digunakan untuk menembak sasaran yang hanya memerlukan akurasi saja, maka jumlah alur dan putaran yang dibutuhkan akan lebih banyak agar putaran dan laju mimis lebih akurat. Kaedah panjang laras pada Prinsipnya adalah semakin panjang laras senapan, maka akan semakin baik pula tingkat akurasinya. Sebaliknya, semakin pendek laras maka akan semakin buruk tingkat akurasinya. Alasannya yakni jika laras yang digunakan lebih panjang, maka laju mimis akan semakin mengikuti jalur yang ada pada panjang alur laras sehingga tingkat akurasinya menjadi lebih baik.
  • Jika anda mau cari laras dengan akurasi yang bagus maka pilih laras dengan Alur 12. Jika anda memiliki kebutuhan big game, maka gunakan laras dengan alur di bawah 12 alur.

Demikian ulasan dari saya dan cukup itu dulu saja yg bisa saya tuliskan karena keterbatasan ilmu dari saya. Terima kasih Cara Memilih Laras Senapan Angin Sesuai Kebutuhan Peruntukanya

Cara Menambah Power Senapan Angin Uklik yang Paling Mudah

Cara Menambah Power Senapan Angin Uklik yang Paling Mudah

Cara Menambah Power Senapan Angin Uklik yang Paling Mudah – Sebelumnya saya akan sedikit berbagi pengalaman dalam menggunakan senapan angin Uklik. Disini saya menulis berdasarkan pengalaman pribadi saja, bukan sebagai Mastah ataupun Opreker. Baiklah langsung saja, Dulu saya berburu hanya menggunakan Canon 727 warisan paman alhamdulillah hampir rata-rata tiap berburu dapat hasil (cukuplah buat lauk sekeluarga) rata-rata 7-11 ekor tekukur atau 13-15 tupai. Terkadang juga bisa membawa pulang ayam hutan dan garangan kalau nasib masih berpihak.

Cara Menambah Power Senapan Angin Uklik yang Paling Mudah

Sedikit Tips Persiapan sebelum berangkat Berburu:

  • Berangkat Pagi : Usahakan sebelum matahari muncul anda sudah sampai di lokasi perburuan.
  • Alam : Disini anda harus memperkirakan Angin dan cuaca.
  • Mengecek ulang Unit 1-3x tembakan
  • Menyiapkan Pellet/Peluru poin yg satu ini sangatlah penting. Nanti akan saya bahas di Artikel berikutnya.

Itulah sedikit ringkasan pengalaman saya dalam berburu ketika masih menggunakan senapan angin Uklik.

Berikutnya adalah waktunya membahas Cara Menambah Power Senapan Angin Uklik Dengan cara Tune Up. Apa sih arti dari Tune Up itu? Tune up adalah Service atau merubah bisa juga Menambahkan dan juga mengubah Sebuah part yg ada di dalam kontruksi Sebuah mekanisme(senapan angin bisa juga yg lainya). Itu hanya istilah biar lebih singkat saja. Baiklah langsung ke topik utama.

Pada dasarnya senapan angin uklik memiliki sistem mekanisme yg sama yaitu memampatkan angin dengan di pompa dan melepaskan angin untuk mendorong Peluru terus apa masalahnya…? baik saya akan sedikit melogikakan bahwa Tune Up sendiri adalah Membersihkan, Mengganti dan Menambah Part jika di perlukan. Karena Tune Up hanyalah cenderung mengarah ke pengetesan kebocoran saat angin di hempaskan agar Konstan mendorong Peluru ke satu arah dan tidak bocor ke arah yg lainya.

Cara Tune Up yang Paling Mudah Menurut Saya Adalah sebagai Berikut:

  1. Membersihkan Semua Bagian Konstruksi Senapan Angin Terutama Tabung.
  2. Menguji Kerapan Dengan cara memompa 1-2x dan tutup ujung Laras dengan benda padat yang tidak bisa di tembus angin (dalam keadaan tidak di isi peluru). Disini kita bisa tahu angin yang di keluarkan bocor atau tidaknya.
  3. Mengganti Segera part yang memungkinkan bila terjadi kebocoran.
  4. PENTING: Menambah teplon atau bisa juga potongan selang sesuai ukurun/OD tabung (mempersempit). Di sini kita akan dapat nilai lebih semakin ringan memompa dan butuh lebih sedikit tenaga untuk mengisi angin dalam tabung. Mitos atau Fakta yg saya dapatkan semakin rapat ruang udara dalam tabung akan semakin Konstan angin mendorong Peluru.

Itu semua hanya saya tuliskan berdasarkan jarak tembak uklik yg hanya mampu menembak dengan jarak 30 meter kebawah lebih dari jarak itu sebaiknya lebih memilih senapan angin PCP saja yang lebih mampu dan bisa di gunakan beberapa kali tembakan dan sobat bisa memilih Beberapa Jenis Senapan Angin PCP yg digunakan untuk Berburu. Cara Menambah Power Senapan Angin Uklik yang Paling Mudah

Saya hanya Menuliskan berdasarkan pengalaman pribadi jika pendapat saya di atas banyak kekurangan atau kesalahan harap di maklumkan. terima kasih.

Cara Berburu Dengan Mudah Dan Sederhana

Cara Berburu Dengan Mudah Dan Sederhana

Baik anda sekarang bertemu lagi dengan saya manusia kocak tapi agak serius yang suka bikin artikel sedikit Dagel tapi agak serius juga. Kebanyakan orang pemburu itu suka akan memburu rusa, burung dan lain sebagainya, tapi beda sama saya yang sangat suka dengan berburu babi hutan, apa lagi tempat berburu yang saya datangi ini belum pernah saya datangi sebelumnya. jenis hama hewan yang satu ini mempunyai ciri-ciri hidung pesek, bentuk mirip tikus dan punya taring yg panjang melengkung ke arah atas berbentuk seperti sabit/arit dan sangat kuat berfungsi untuk menggali, merobohkan pohon dan sebagai ciri kejantananya… Naahh apa lagi namanya kalau bukan Babi Hutan, Celeng, Bedul dll.

Cara Berburu Dengan Mudah Dan Sederhana

Hewan yang satu ini mempunyai makanan favoritnya lho yaitu berupa cacing tanah, Ulet tanah dan Belatung. Dan untuk sejenis umbi-umbian, Jagung dan Kacang atau biji-bijian. semua itu hanyalah sebagai makanan tambahan untuk mengganjal perut yg berfungsi juga untuk mengasah membersihkan gigi dan taringnya. Karena jenis binatang yang Babi Hutan makan rata-rata hidup di dalam tanah dan biasa berkembang biak di bawah tanaman tersebut jadi untuk mendapatkan makanan itu haruslah menggali tanah. Jadi Babi Hutan atau celeng ini merupakan jenis hewan hama perusak dan sangat mengganggu perkebunan para petani.

Berikut Cara Berburu Babi Hutan yg Paling Mudah dan Sederhana

  1. Survey lokasi perburuan: Di usahakan datang di pagi hari untuk melihat lokasi berburu yg tepat.
  2. Mencari Jejak: Bisa tempat babi hutan bolak balik cari makan atau jejak tapak kaki lewat, Tempat bekas Mencari Makan (galian tanah,tempat berkubang atau pun tempat mereka bermain).
  3. Membuat Ranggon: Ranggon adalah tempat yg di buat di atas pohon dengan ketinggian 3-6m berfungsi untuk menyanggong atau menunggu Buruan datang.
  4. Menyiapkan Umpan: Disamping makanan kesukaanya juga bisa si tambah dengan buah yg berbau tajam seperti Nangka/Pisang.
  5. Menyiapkan Senapan Angin atau Di anjurkan untuk menggunakan senapan api bagi yg sudah punya ijin.
  6. Tidak di anjurkan memakai minyak wangi atau parfum dan juga cream oles untuk obat nyamuk atau yg lainya yg mengandung zat Kimia,karena semua itu bisa tercium oleh babi hutan atau celeng.
  7. Setelah semua sudah siap usahakan berangkat ke lokasi Ranggon Di atas jam 15:30 karena waktu babi muncul di perkirakan sekitar jam2 setelah perkebunan kosong di tinggal yg punya (petani) sampai hampir subuh.
  8. Siapkan Mental karena waktu berburu malam sebaiknya jika tidak berani sendiri harus ada salah satu teman yg mendampingi.
  9. Tembak di Tempat yg Vital: Kepala bagian depan atas,Telinga, di sela antara mata dan telinga dan di bagian jantung yg letaknya di belakang kaki depan.
  10. Selamat Mencoba

Adapun cara lain yang perlu anda lakukan saat berburu Babi hutan. Berikut Cara-cara Berburu Babi Hutan:

  1. Menggunakan jerat atau pethat

Pada zaman dulu itu orang-orang di pulau jawa kalau menangkap babi hutan dengan menggunakan sebuah jebakan atau jerat berupa tali tampar yang diikat ke sebuah batang bambu yang dipotong dan disandarkan di pohon besar yang disebut pethat.

Jebakan diletakkan di jalan setapak yang di dekat sumber air yang biasa dilewati babi hutan yang hendak minum air pada malam hari. Ketika babi hutan lewat dan kakinya menyengggol tali tampar, maka batang bambu akan mencuat ke atas sehingga kaki babi hutan terangkat ke atas bersama tali tampar. Cara Berburu Dengan Mudah Dan Sederhana

Keesokan harinya si pemburu akan meninjau jebakannya dan menangkap babi hutan untuk dibawa pulang. Namun terkadang hewan lain yang tertangkap, yaitu rusa atau kijang yang sedang sial.

  1. Menggunakan anjing pemburu

Orang-orang zaman dulu hingga kini juga menggunakan puluhan anjing untuk berburu babi hutan. Puluhan anjing dikerahkan untuk mengendus jejak babi hutan, dan setelah ketemu maka babi hutan akan dikejar dan dikeroyok oleh puluhan anjing-anjing yang buas dan terlatih.

Sementara si pemburu biasanya lebih dari satu orang, mereka membawa peluit dan tombak serta parang atau senapan rakitan. Jika peluit ditiup atau si pemburu berteriak, maka anjing-anjing pemburu tersebut akan terus mengejar babi hutan kemanapun ia lari. Setelah babi hutan tergigit dan dikeroyok anjing maka para pemburu akan menombaknya atau menangkapnya hidup-hidup. Cara Berburu Dengan Mudah Dan Sederhana

Namun jika suara peluit atau suara si pemburu sudah tidak terdengar maka anjing-anjing tersebut akan kembali menemui majikannya di belakang. Dan jika si pemburu kembali berteriak atau meniup peluit maka anjing-anjing tersebut akan kembali mengejar babi hutan.

  1. Menggunakan jaring kawat bronjong

Ini biasanya dilakukan oleh pemburu modern, menggunakan jaring kawat bronjong sepanjang berpuluh-puluh meter dan dilingkarkan di semak belukar atau rerimbunan yang diduga ada sarang babi hutan di dalamnya. Kemudian mereka melepaskan sejumlah anjing pemburu di dalam lingkaran area jaring untuk mengusir babi hutan agar keluar dari sarang.

Setelah keluar dari sarang maka babi hutan akan lari keluar dari semak belukar dan akhirnya menabrak jaring kawat bronjong yang telah dipasang di sekeliling semak belukar tersebut. Biasanya puluhan babi hutan yang tinggal di rerimbunan semak belukar atau alang-alang tersebut akan tertangkap semuanya dalam keadaan hidup.

  1. Menggunakan senapan

Orang-orang modern saat ini banyak yang menggunakan senapan berburu untuk menembak hama babi hutan. Mereka biasanya mengendarai mobil off road pada malam hari dengan membawa lampu blor atau sejenis lampu senter berukuran besar menggunakan batere accu, kemudian mengelilingi padang rumput atau kawasan yang banyak babi hutan nya.

Jika mereka melihat sekumpulan babi hutan sedang melintas atau mencari makan, maka Dorr ! Senapan ditangannya akan menyalak dan mengeluarkan timah panas yang menerjang tubuh babi hutan. Binatang hasil buruan biasanya dinaikkan ke atas mobil lalu dibawa pulang pada saat perburuan telah selesai atau menjelang pagi hari.

Namun ada juga pemburu yang hanya diam di atas pohon besar untuk menunggui babi hutan yang melintas di bawahnya. Perburuan babi hutan dengan memanjat pohon besar ini biasanya terjadi di hutan-hutan di pulau jawa dimana hutan-hutan di jawa selalu ditumbuhi pohon-pohon yang besar dan rapat sehingga mobil tidak bisa bergerak menyusuri hutan. Kendaraan mereka biasanya dititipkan di perkampungan warga terdekat. Cara Berburu Dengan Mudah Dan Sederhana

Mungkin Cuma itu saja yang bisa saya tuliskan karena disini saya hanya ingin sedikit berbagi pengalaman saya dalam berburu babi hutan yg mudah dan sederhana, Karena banyaknya rekan-rekan yg lebih Senior dan berpengalaman jd misalkan masih kurang yakin dengan cara tersebut di atas bisa teman-teman tanyakan lagi ke Senior yg lain sebagai bahan Rekomendasi ataupun Referensi. Untuk cara di atas saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi jadi untuk hasilnya kembali ke rejeki atau formasi masing-masing atau keberuntunganlah yg menjadi faktor utama juga. Cukup itu aja ya yang bisa saya tuliskan dan sampai ketemu lagi di artikel erikutnya, Semoga Bermanfaat dan Terimakasih. Cara Berburu Dengan Mudah Dan Sederhana

Copyright © 2019 Delta3